Esoknya
hari senin, teman saya meminta saya untuk menjaga taman baca pantai ampenan.
Saya senang sekali dengan sukarela, taman baca yang paling saya suka, di sisi
pantai. Sehabis dari Jumila saya ke taman baca, sudah ada teman saya di sana. Kami
berada di sana sampai magrib, rame sekali anak-anak yang meminjam buku, saya
benar-benar bersemangat. Setelah tutup kami nongkrong di tempat biasa, tapi
ternyata tidak buka, warung tempat biasa kami berkumpul itu tutup. Saya duduk
di salah satu teras di sana, sambil melihat senja indah sekali.
Saya
melihatnya berdiri di sana, sedang memotret senja. Dia melihat saya dan
menyapa, mengajak saya bergabung dengannya. Saya akhirnya memilih duduk di
sampingnya. Saya ingin duduk di sana, posisinya tepat untuk melihat banyak
perahu layar dan lampu-lampu kapal yang mulai menyala. Teman saya duduk di
samping saya, menyempit, berselipan, tidak cuckup tempat. Dia menyeruh teman
saya duduk berdua saja dengan temannya yang duduk di depan kami. Siapa tahu
duduk berdekatan bisa berjodoh, katanya spontan. Saya tertawa kecil, saya
sedang duduk berdua dengannya satu bangku. Ujung-ujung kita nongkrong di sini
juga, kata teman saya. Iya, dari
kemarin ingin sekali datang ke sini, kata saya. “ Pasti itu karena ada saya di
sini”, katanya kepada saya sok kepedean. Saya mulai terusik, apa dia mau
menggoda saya? Saya terpancing juga, tapi saya tidak pandai dalam hal ini, “iya
itu memang benar”, jawab saya apa adanya. Dia
tiba-tiba menjadi orang yang banyak bicara, menggoda saya. Saya sedikit kesal
tapi sebenarnya terhibur. Suasana jadi hangat mencair.
No comments:
Post a Comment