Monday, July 27, 2015

Enam




Esoknya hari senin, teman saya meminta saya untuk menjaga taman baca pantai ampenan. Saya senang sekali dengan sukarela, taman baca yang paling saya suka, di sisi pantai. Sehabis dari Jumila saya ke taman baca, sudah ada teman saya di sana. Kami berada di sana sampai magrib, rame sekali anak-anak yang meminjam buku, saya benar-benar bersemangat. Setelah tutup kami nongkrong di tempat biasa, tapi ternyata tidak buka, warung tempat biasa kami berkumpul itu tutup. Saya duduk di salah satu teras di sana, sambil melihat senja indah sekali.
Saya melihatnya berdiri di sana, sedang memotret senja. Dia melihat saya dan menyapa, mengajak saya bergabung dengannya. Saya akhirnya memilih duduk di sampingnya. Saya ingin duduk di sana, posisinya tepat untuk melihat banyak perahu layar dan lampu-lampu kapal yang mulai menyala. Teman saya duduk di samping saya, menyempit, berselipan, tidak cuckup tempat. Dia menyeruh teman saya duduk berdua saja dengan temannya yang duduk di depan kami. Siapa tahu duduk berdekatan bisa berjodoh, katanya spontan. Saya tertawa kecil, saya sedang duduk berdua dengannya satu bangku. Ujung-ujung kita nongkrong di sini juga, kata teman saya. Iya, dari kemarin ingin sekali datang ke sini, kata saya. “ Pasti itu karena ada saya di sini”, katanya kepada saya sok kepedean. Saya mulai terusik, apa dia mau menggoda saya? Saya terpancing juga, tapi saya tidak pandai dalam hal ini, “iya itu memang benar”, jawab saya apa adanya. Dia tiba-tiba menjadi orang yang banyak bicara, menggoda saya. Saya sedikit kesal tapi sebenarnya terhibur. Suasana jadi hangat mencair.

No comments:

Post a Comment