Monday, July 27, 2015

Tujuh




Hari berikutnya saya ke pantai ampenan, membuka taman baca. Meskipun mendung, banyak juga anak-anak yang datang. Cuaca sedang tidak baik. Awan gelap, senja tidak terlihat, dan hujan mulai turun. Pantai begitu sepi, kenapa hati saya jdi sepi sekali? Saya berharap teman-teman yang lain juga datang. Tapi mungkin tidak, karena hujan semakin deras. Saya pulang ketika lampu jalan mulai menyala dan hujan mulai deras. Keesokan harinya juga hujan deras, saya tidak bisa ke taman baca. Saya mulai merasa sepi, dan merindukan perasaan hangat ketika berkumpul beberapa hari kemarin.
Namun akhirnya hari kemarin saya senang. Setelah café tutup tidak ada lagi tempat berkumpul, kahirnya semalam bisa berkumpul juga dengan yang lainnya yang beberapa hari ini tidak bertemu. Kami mengobrol banyak hal. Ada dia juga di sana di tempat yang berbeda sedang ramai berkumpul dengan temannya. Saya menyapanya danbersalaman, tapi duduk di tempat yang lain. Setelah mulai sepi, temannya pulang, dia kembali berkumpul bersama kami, duduk di belakang saya berteduh karena mulai hujan. Dia pendian tidak banyak berkata seperti hari kemarin ketika menggoda saya. Saya asik dengan teman yang lain dan tidak memeperhatikannya di belakang. Seorang temannya mengajak dia pulang, tapi dia sibuk sendiri seperti tidak mau pulang. Saya tidak menajaknya berbicara, dia tetap tidak mau beranjak juga untuk pulang. Sampai pada akhirnya dia tidak tahan juga tidak menggoda saya sedikit, saya pura-pura tidak mendengarnya ketika menyebut-nyebut nama saya. Saya asik dengan video yang sedang saya lihat, Misread dari King of Convenience yang paling saya suka, favorit saya. Dia tidak mau juga beranjak pulang, sampai temannya mengatakan mau pulang apa tidak?

No comments:

Post a Comment