Hari
berikutnya saya ke pantai ampenan, membuka taman baca. Meskipun mendung, banyak
juga anak-anak yang datang. Cuaca sedang tidak baik. Awan gelap, senja tidak
terlihat, dan hujan mulai turun. Pantai begitu sepi, kenapa hati saya jdi sepi
sekali? Saya berharap teman-teman yang lain juga datang. Tapi mungkin tidak, karena
hujan semakin deras. Saya pulang ketika lampu jalan mulai menyala dan hujan
mulai deras. Keesokan harinya juga hujan deras, saya tidak bisa ke taman baca. Saya
mulai merasa sepi, dan merindukan perasaan hangat ketika berkumpul beberapa
hari kemarin.
Namun
akhirnya hari kemarin saya senang. Setelah café tutup tidak ada lagi tempat
berkumpul, kahirnya semalam bisa berkumpul juga dengan yang lainnya yang
beberapa hari ini tidak bertemu. Kami mengobrol banyak hal. Ada dia juga di
sana di tempat yang berbeda sedang ramai berkumpul dengan temannya. Saya
menyapanya danbersalaman, tapi duduk di tempat yang lain. Setelah mulai sepi,
temannya pulang, dia kembali berkumpul bersama kami, duduk di belakang saya berteduh
karena mulai hujan. Dia pendian tidak banyak berkata seperti hari kemarin
ketika menggoda saya. Saya asik dengan teman yang lain dan tidak
memeperhatikannya di belakang. Seorang temannya mengajak dia pulang, tapi dia
sibuk sendiri seperti tidak mau pulang. Saya tidak menajaknya berbicara, dia
tetap tidak mau beranjak juga untuk pulang. Sampai pada akhirnya dia tidak tahan
juga tidak menggoda saya sedikit, saya pura-pura tidak mendengarnya ketika
menyebut-nyebut nama saya. Saya asik dengan video yang sedang saya lihat,
Misread dari King of Convenience yang paling saya suka, favorit saya. Dia tidak
mau juga beranjak pulang, sampai temannya mengatakan mau pulang apa tidak?
No comments:
Post a Comment